Kalau aku bisa, kamu pasti juga bisa..
Pernah dengan kalimat di atas? Pasti sering lah ya..
Kalimat di atas seringkali dijadikan kalimat motivasi agar kita bisa berjuang menuju ke posisi yang lebih tinggi atau posisi yang lebih baik.
Namun alih-alih menjadi motivasi, kalimat itu malah sering menjadi kalimat demotivasi.
Apa sih kalimat demotivasi? Kalimat demotivasi adalah kalimat yang yang tujuannya berkebalikan dari kalimat motivasi. Seringnya bertujuan untuk menjatuhkan mental dan semangat seseorang.
Tapi jaman sekarang ini, kalimat demotivasi malah lebih bisa diterima orang-orang karena merasa lebih realistis. Era media sosial membuat semua orang terpapar dengan kemewahan orang lain yang entah itu benar adanya atau bukan, membuat orang menajdi lebih gampang insecure.
Dan kalimat. motivasi di atas, menurut saia, adalah salah satu kalimat motivasi yang tidak empati karena menyuruh kita melakukan hal yang sama dengan yang menyampaikan kalimat tersebut tanpa mempertimbangkan privilege apa yang mereka miliki dan yang orang-orang miliki.
Contohnya ketika orang-orang berbondong-bondong mengatakan "untuk apa kuliah? Bob Sadino tidak kuliah tapi bisa sukses" tapi tidak melihat bahwa Bob Sadino lahir di keluarga yang serba berkecukupan. Waktu masih kecil saja sudah bisa bepergian naik pesawat (yang kala itu mana ada kelas ekonomi tipe LCC).
Atau saat orang menggunakan alasan Bill Gates yang drop out tapi bisa sukses mendirikan Microsoft. Mereka mungkin belum tahu kalau ibunda Bill Gates termasuk orang kaya dan berpengaruh yang membantu di awal kesuksesan Microsoft. Sedangkan orang yang memakai alasan tersebut belum tentu punya ibunda sekaya dan seberpengaruh ibunda Bill Gates.
Oleh karena itu, kalimat motivasi "Saya bisa,kamupun pasti bisa" tidak bisa diberikan ke orang yang tidak memiliki privilege yang sama dengan yang memberikan motivasi.
Ada banyak jenis privilege yang bisa mendasari kesuksesan seseorang. Ada yang dapat sokongan dana orangtuanya, ada yang bukan sandwich generation, ada yang waktunya luang, ada yang mengerjakannya disela-sela kesibukan (entah kerjaan utama, mengurus anak atau yang lainnya).
Maka dari itu, kalimat motivasi favorit saisa saat ini adalah
Baby step is still a step
Ga apa-apa kalau jalannya perlahan. Bisa konsisten dengan cepat itu bagus. Tapi maju perlaha-lahan juga tidak apa-apa. Asal konsisten dan tetap berpegang teguh pada tujuan.
Karena ga semua orang bisa menjadi Bob Sadino dan Bill Gates.. 😃