Kesabaran Berbuah Manis



Postingan ini dibuat sembari menunggu paksu tes CPNS. Semoga dimudahkan dan dilancarkan serta diluluskan untuk menjadi PNS oleh Allah Subhanahuwata'ala (aamiin yaa robbal'alaamiin).



Saia menikmati waktu sendiri saia sambil menulis email untuk kakak, anak pertama saia yang kebetulan berulang tahun tanggal 30 Oktober kemarin dan hari ini bagi-bagi goodie bag ke teman-teman sekelasnya. Bagi-bagi goodie bag itu sepertinya salah satu bucket list kakak setelah beberapa kali pernah dapat goodie bag ulang tahun juga dari teman-temannya. Pikirku apa salahnya usahain wishlist kakak di tahun terakhir masa TK-nya.. Nanti kalau udah SD malah malu lagi bagi-bagi goodie bag ultah.

Kebetulan ada rejeki diluar keperluan lain jadi bisa lah bikin goodie bag untuk teman-teman kakak (alhamdulillah). Ternyata, berbagi ketika cukup itu membahagiakan ya? Itulah kenapa Islam mengajarkan kita untuk menjadi mampu dengan cara yang halal. Karena kalau kita mampu, pasti kita akan dengan senang hati untuk berbagi.

Anyway, postingan ini isinya random ya..karena saia lagi gabut (ga tau mau ngapain lebih tepatnya) dan juga saya ingin mengeluarkan unek-unek yang memenuhi kepala aja.

Saia tuh merasa, makin tua jenjang usia, semakin diuji kesabaran kita. 
Bukan apa-apa, dulu waktu kecil, pengen apa-apa, minta ke Allah cukup dengan shoalt 5 waktu..
Makin tua, ga bisa tuh cuman denga sholat 5 waktu, harus nambah dengan rajin baca Al-Qur'an..
Makin tua lagi, kalau punya keinginan, tambah lagi dengan sholat tahajud..
Makin tua lagi, tambah dengan sholat dhuha dan hajat dan bacaan surah tertentu tiap akhir sholat..
Masih belum terkabul? lakukan 40 hari berturut-turut..
Masih belum ada jawaban? lanjut lagi 2 bulan, 3 bulan dan seterusnya..

Dulu saia pernah di titik menyerah. 2 bulan rajin sholat hajat, sholat tahajud, baca Al-Qu'an, baca surah Al-Waqi'ah tiap selesai subuh, baca surah Yasin tiap selesai maghrib, trus merasa doa nggak terkabul..sais pun ngambek. Berhenti sholat hajat dan tahajud, berhenti baca Al-Qur'an, hanya sholat wajib saja.

Beberapa bulan terakhir, saia dihadapkan dengan keadaan yang serupa dengan yang sebelumnya. Tapi alih-alih menyerah, sais mencoba untuk menguji diri saia sendiri. Sejauh mana bisa bertahan, sejauh mana bisa bersabar.

Tapi memang ujian kesabaran itu memang luar biasa melelahkan. Kita diminta untuk percaya dengan sesuatu yang tak kelihatan. Bukannya belum pasti, tp memang kan tidak terlihat ujungnya.
Sampai akhirnya doa kita terkabul satu-persatu. 
Ketika satu-persatu doa kita terkabul, rasanya manisss sekali. Pundak terasa lebih ringan. Kepala yang tadinya penuh dan berisik, akan terurai sedikit demi sedikit.

Allah akan selalu mengabulkan doa kita. Bila tidak diwaktu sekarang, maka Allah akan mengabulkan di waktu yang tepat. Bila dikabulkan dengan hal lain, maka memang itulah yg sedang kita butuhkan karena Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya.

Akhir kata, postingan ini bertujuan untuk menjadi pengingat saia kalau Allah akan selalu mendengar doa kita, akan selalu mengabulkan doa kita. Jangan lupa untuk selalu berprasangka baik kepada Allah.

Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur. Bukankan kita bisa membuka mata tiap pagi, menghirup udara segar tiap hari, melangkah ke tempat yang kita mau, mendengar hal-hal baik, berbicara dan lain-lain merupakan bentuk rahmat dari Allah yang patut kita syukuri?

Curhatan IRT Yang Ingin Kembali Bekerja



Wow..

Kemungkinan tulisan ini isinya nanti kebanyakan mengeluh ya..jadi yang tidak ingin tertular energi negatif bisa skip aja..

Sebenernya saat ini saia sedang stuck (sedikit frustrasi mungkin) karena saia sudah mulai apply job sejak Februari tapi belum ada yang nyantol.

Tapi dengan itu, saia makin menyadari kalau memang saat ini saingan saia makin banyak. Mulai dari para fresh graduate (yang tentunya jaman sekarang syarat kelulusan mewajibkan ada pengalaman magang atau intern yang membuat para fresh graduae itu lebih berpengalaman), lalu para Gen-Z yang lebih update dan lebih muda secara umur, lalu ada senior-senior yg mungkin dulu terkena lay off pas corona yang pastinya lebih berpengalaman.

Untung saja saia ada pengalaman bekerja selama 2 tahun 9 bulan. Dan dengan memulai perjalanan saia kembali dalam melamar pekerjaan, saia bisa mengetahui potensi apa yang saia miliki.

Tapi kan itu hampir 5 tahun yang lalu. Itulah yang membuat saia makin frustrasi.

Lebih frustrasi lagi, ternyata saia orangnya tidak bisa bekerja mandiri. 

Yups..saia pernah menulis post yang menyatakan saia akan mulai untuk menulis agar bisa freelance atau kerja remote apapun.

Nope..ternyata saia orangnya lebih suka di tempat kerja yang sudah memiliki SOP dan posisi saia sudah memiliki KPI yang tinggal saia kerjakan. Apalagi tempat bekerja atau kantor bisa menjadi tempat untuk saia berpaling sejenak dari kerjaan di rumah.

Kalau tempat bekerja dan beristirahat ada di satu tempat (which is itu rumah), mungkin akan lebih suntuk lagi ya. Makanya saia keukeuh cari kerja yang on site alias ada kantornya.

Well..mungkin itu yang mau saia keluhkan.
Yang mau lihat portofolio saia bisa klik menu Portfolio atau link portofolio saia ini ya..

Makasih buat yang masih bertahan membaca sampai sini..love u all..muaahhhh

‘Wonder Woman’ Being a Toxic Trait For Me


pic from Pexel.com


Beberapa bulan lalu, saia nonton film Barbie. Udah banyak bocoran sih kalau film ini tu bukan film happy-happy an untuk anak-anak tapi lebih ke film untuk dewasa karena membahas tentang patriarki.

Awal nonton seru karena di dunia barbie itu digambarkan wanita sebagai sosok yang BERDIKARI (Berdiri Di Kaki Sendiri). Sampai si Barbie masuk ke dunia nyata dan mendapati kenyataan bahwa dunia nyata tak seindah dunia barbie.

Semua terasa biasa aja sampai pada adegan Gloria, wanita dewasa yang dulu bermain barbie dan masuk ke dunia barbie untuk menyelamatkan dunia barbie, melakukan monolog seperti gambar di bawah ini.

Gloria's speech in Barbie Movie 2023

Seketika semua air mata tumpah..

Semua beban dipundak dan yang menyesakkan hati seperti berkelebat di depan mata.

Disitu saia menyadari bahwa saia terkena Toxic Positivity tentang kata-kata Mom is a Wonder Woman.

Saia merasa harus menjalani peran sebagai ibu rumah tangga ini dengan sempurna.

Rumah yang harus selalu bersih dan rapi, tidak ada baju yang perlu disetrika dan cucian piring yang menumpuk, baju kotor harus dicuci tiap 2-3 hari sekali.

Sedangkan semua pekerjaan melelahkan ini mulai terasa membosankan karena harus dikerjakan secara terus-menerus tanpa jeda dan dilakukan 24/7. Apalagi ketika dalam keadaan ekonomi rumah tangga yang kurang bagus, semua kelelahan ini menuntun saia ke dalam rasa tidak bersyukur. Merasa bahwa semua jadi serba kurang. Bahwa semua kelelahan ini patut dibayar.  

Saat itulah saia sadar, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Sekalipun seorang ibu. Ibu tetaplah manusia biasa. Bisa lelah, bisa frustasi, bisa merasakan segala emosi yang ada.

Untungnya, saia memiliki suami yang bisa diajak berbagi. Tempat saia berkeluh kesah dan meminta solusi. Ini adalah privilege saia.

Saat itu, saia mulai melepaskan prinsip ‘Mom is Wonder Woman’. Kalau lelah, istirahat. Kalau bosan, berhenti dan cari kegiatan lain. Jikalau dirasa terlalu banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaiakan, pasang prioritas dan kerjakan satu-persatu.

Karena, bagaimana pun, kita hanyalah manusia biasa..

"Aku Bisa, Kamu Juga Pasti Bisa", Apa Iya?

 


Kalau aku bisa, kamu pasti juga bisa..


Pernah dengan kalimat di atas? Pasti sering lah ya..
Kalimat di atas seringkali dijadikan kalimat motivasi agar kita bisa berjuang menuju ke posisi yang lebih tinggi atau posisi yang lebih baik.

Namun alih-alih menjadi motivasi, kalimat itu malah sering menjadi kalimat demotivasi.
Apa sih kalimat demotivasi? Kalimat demotivasi adalah kalimat yang yang tujuannya berkebalikan dari kalimat motivasi. Seringnya bertujuan untuk menjatuhkan mental dan semangat seseorang.

Tapi jaman sekarang ini, kalimat demotivasi malah lebih bisa diterima orang-orang karena merasa lebih realistis. Era media sosial membuat semua orang terpapar dengan kemewahan orang lain yang entah itu benar adanya atau bukan, membuat orang menajdi lebih gampang insecure.

Dan kalimat. motivasi di atas, menurut saia, adalah salah satu kalimat motivasi yang tidak empati karena menyuruh kita melakukan hal yang sama dengan yang menyampaikan kalimat tersebut tanpa mempertimbangkan privilege apa yang mereka miliki dan yang orang-orang miliki.

Contohnya ketika orang-orang berbondong-bondong mengatakan "untuk apa kuliah? Bob Sadino tidak kuliah tapi bisa sukses" tapi tidak melihat bahwa Bob Sadino lahir di keluarga yang serba berkecukupan. Waktu masih kecil saja sudah bisa bepergian naik pesawat (yang kala itu mana ada kelas ekonomi tipe LCC).

Atau saat orang menggunakan alasan Bill Gates yang drop out tapi bisa sukses mendirikan Microsoft. Mereka mungkin belum tahu kalau ibunda Bill Gates termasuk orang kaya dan berpengaruh yang membantu di awal kesuksesan Microsoft. Sedangkan orang yang memakai alasan tersebut belum tentu punya ibunda sekaya dan seberpengaruh ibunda Bill Gates.

Oleh karena itu, kalimat motivasi "Saya bisa,kamupun pasti bisa" tidak bisa diberikan ke orang yang tidak memiliki privilege yang sama dengan yang memberikan motivasi.
Ada banyak jenis privilege yang bisa mendasari kesuksesan seseorang. Ada yang dapat sokongan dana orangtuanya, ada yang bukan sandwich generation, ada yang waktunya luang, ada yang mengerjakannya disela-sela kesibukan (entah kerjaan utama, mengurus anak atau yang lainnya).

Maka dari itu, kalimat motivasi favorit saisa saat ini adalah 

Baby step is still a step


Ga apa-apa kalau jalannya perlahan. Bisa konsisten dengan cepat itu bagus. Tapi maju perlaha-lahan juga tidak apa-apa. Asal konsisten dan tetap berpegang teguh pada tujuan.

Karena ga semua orang bisa menjadi Bob Sadino dan Bill Gates.. 😃

Life Update 2024



Setelah blog ini ditinggal hampir 4 tahun lamanya, rencananya saia mau aktifin lagi ni blog..mostly sebagai tempat curhatan dan tempat berbagi personal opinion.

Karena anak-anak juga sudah semakin besar dan sudah sekolah (kaka 5 tahun, adek 3 tahun..yups..I have 2 kids now 😁)  jadi makin banyak juga waktu yang bisa dipakai buat explore kembali.

Jujurly, selama setelah waktu resign, saia merasa kehilangan jati diri..

Awal-awal resign rasanya pede-pede aja menyongsong masa depan sebagai IRT atau Ibu Rumah Tangga, karena saia sendiri kan dibesarkan olah seorang ibu yang juga IRT.

Mana Ibu saia tu salah satu perfect-IRT di mata saia. Di mana lagi saia bisa menikmati menu makan berbeda dalam sehari, baju selalu bersih dan tersetrika rapi, rumah selalu rapi, pun masih bisa mendampingi saia mengerjakan PR kala itu.

Karena saia merasa dibesarkan oleh seorang Role Mode untuk IRT, maka saia dengan percaya diri penuh mengambil keputusan untuk menjadi IRT. 

Awalnya sih ngerasain baby blues. Bayangin, baby blues saat bayinya umur 10 bulan karena merantau ke Palembang dan semua dihandle sendiri (pas sebelumnya kerja di Jakarta, ada Ibu yang bantuin) dan ga ada yang bisa dimintai bantuan sama sekali karena ga ada saudara atau teman di Palembang. 

Tapi masa-masa itu saia anggap sebagai masa adaptasi aja. Makanya masih bisa dijalani sambil "Ya Allah..aku bisa..Ya Allah..Aku kuat" 😆

Tapi setelah 1 tahun di Palembang dan corona menyerang, kami harus kembali ke Malang dan juga saia hamil anak ke-2 dan berlanjutlah masa menjadi full IRT ini.

Setelah adek lahir, alhamdulillah menikmati sekali masa-masa full menyusui adek sampai sekitar adek berusia 20 bulan. Namun, dari sini lah saia merasa ada yang kurang. Saia merasa kurang maksimal apabila waktu saia hanya habis untuk memasak, mencuci, membereskan rumah dan lain-lain. Padahal saia tahu kalau itu semua adalah pekerjaan mulia dengan surga sebagai imbalannya (asal ikhlas 😅 ). Saia mulai merindukan untuk mendapat penghasilan sendiri. Saya mulai rindu untuk berkarya sesuai denga passion saia yaitu yang berhubungan dengan IT (Information Technology). Dan saia pun menyadari bahwa saia tidak bisa menjadi full IRT se-perfect Ibu saia.

Saia enjoy sebagai Ibu di rumah. Dan saia bersyukur bisa membersamai anak saia sampai lewat masa Golden Age. Jadi, ketika anak-anak sudah lewat masa kemelekatan dengan saia, saia merasa bahwa saat ini lah waktu yang tepat untuk explore untuk diri saia sendiri.

Karena sepertinya sudah lewat masa untuk kembali kerja kantoran (saingan makin banyak saii..ada Gen-Z, belum lagi yang seumuran yang kemarin sempet kena badai lay off),  akhirnya saia memutuskan untuk terjun ke dunia freelance dan menambah skill yang bisa berguna untuk modal memasuki dunia baru ini.

Untungnya, gara-gara pandemi kemarin, sekarang banyak pekerjaan freelance dan juga bisa dikerjakan secara remote.

Itulah kenapa blog ini mau saia aktifkan lagi..hehe.. Sebagai sarana latihan menulis dan berbagi opini pribadi.

Kalau mau tulisan saia yang lebih resmi, bisa ceki-ceki ke sini ya medium.com/@by.lophina

Selain itu, akun youtube saia juga mau saia aktifkan juga. Lumayan buat jadi tempat berbagi informasi dalam bentuk video, juga bisa jadi tempat galeri momen-momen saia bersama keluarga juga..

Mungkin sekian cuap-cuap Lophina kali ini..sampai jumpa di cuap-cuap penting-ga penting berikutnya 😁👍


Jya nee..~

Talk Talk Talk #8 : Detox Sosmed ≠ Social Distancing



Pandemik akhir-akhir ini emang cukup mengkhawatirkan..
Penyebaran virus baru bernama Covid-19 (a.k.a Corona Virus) ini cukup luas dengan cara penyebaran yang gampang.
Walaupun tingkat kematian termasuk rendah, namun sifat virus ini yang merusak paru-paru cukup membuat saia was-was..
Hingga akhirnya pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan WFH (Work From Home) dan karantina diri sendiri (dalam artian tidak keluar rumah, pergi ke keramaian apabila tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak, rutin cuci tangan, kaki, wajah apalagi setelah bepergian, social distance atau menjaga jarak dengan orang dsb)

Awal mulanya momen ini dimanfaatkan banyak orang buat liburan (what the heck??)..
Yahh..entah karena mereka kurang liburan atau karena waktu itu mereka belum aware benar sama bahayanya virus ini, I don't know..
Pemerintah sudah berupaya sebaik mungkin (yahh..mungkin masih bolong sana-sini kalo dibandingkan dengan negara tetangga) tapi emang dasarnya warga negara +62 ini agak susah diatur jadinya saia gemes sendiri..

Anyway..sebenernya yang mau saia bahas disini bukan masalah virus ini ataupun kelakuan warga negara ber-flower tercinta kita ini, tapi lebih ke kelakuan mamak baru..hahaha

Mohon maklum lah..mamak ini baru 7 bulan jadi full time mother (no helper, no ART)..pekerjaan mulia yang ternyata tak seindah dongeng namun sangat worth every moment, worth every minute (^w^). Dan juga karena saia hanyalah manusia biasa yang tak luput dari sambat dan ngresulo, jadi hanya blog ini lah tempat curhat saia..

Well..balik ke laptop..
Fenomena yang mau saia bahas adalah detox sosmed yang mungkin sering kita jumpai dimahmud (mamah muda) atau mamah-mamah nyubi yang pekerjaannya full time mom (terutama tanpa ART).
Gejalanya..tiba tiba menghilang dari timeline sosmed kita..
Padahal sosmed biasanya adalah tempat untuk menentukan apakah orang tersebut masih bisa dihubungi atau tidak.
Tadinya saia agak gemes sama teman-teman yang begini karena sosmed biasanya lebih update.

Tapi akhirnya saia mengalami sendiri keinginan untuk detox sosmed ini..
Udah sekitar sebulan (mungkin udah 2 bulan) lah saia ga buka Instagram, Twitter, bahkan Pinterest (yang notabene ga ada yg dikenal).
Ketika lihat isi feed yang pada jalan-jalan, kulineran, ketemu teman bahkan postingan remeh yang ga guna tiba-tiba membuat saia menjadi minder. Bahkan pinterest yang isinya kumpulan ide-ide dan inspirasi jadi terlihat bullshit dimata saia. Saia merasa menjadi manusia ga berguna, menjadi manusia yang tidak produktif..you name it..
Mendadak insecurity bertambah parah. Padahal kalo ditelusur saia juga ga nganggur-nganggur amat. Kerjaan dirumah banyak dan tiap hari pasti ada lah yang terselesaikan.

Padahal feed saia juga isinya bukan yang artis posting kekayaan 7 turunan juga.. Padahal saia juga tahu dibalik setiap postingan selalu ada effort. Effort untuk meluangkan waktu, effort menyisihkan tabungan untuk beli ini-itu, effort untuk editing foto dan lain sebagainya.
Apa mungkin karena saia terlalu bosan dengan pekerjaan rumah tangga yang monoton ini?
Apa mungkin saia terlalu lelah? (suami bantuin kok..tapi tetep SDM dan banyaknya kerjaan tidak berbanding lurus)
Apa mungkin karena saia belum bisa meluangkan waktu melakukan apa yang saia pengen? Apa mungkin ini? Apa mungkin itu?
Semuanya mungkin aja..

Mungkin dengan detox sosmed ini, saia bisa fokus dulu ke kenyataan. Bisa fokus dengan apa yg saia punya dan apa yg bisa saia kerjakan..
Bisa menata kembali mimpi dan keinginan sesuai dengan timeline saia, bukan timeline orang-orang yg ada di feed sosmed saia.


Setelah sekitar 2 bulan saia detox sosmed, ada beberapa hal positif dan negatif yang saia rasakan..
Positifnya kuota saia jadi jaauuuhhh lebih hemat. Maklum lah ya..selama merantau ini saia engga langganan wifi karena takut pekerjaan suami dipindah lagi. Pengalaman pas di Bintaro dulu udah pasang ternyata belum setaun udah dipindah domisili kerja..
Trus hati dan pikiran saia bisa fokus ke keluarga dan rumah..
Negatifnya, saia jadi kurang update dengan apa yg terjadi di dunia ini..karena saia juga ga ada TV..
Untungnya misua orangnya update banget..jadi bisa jadi sumber info buat saia.

Saia juga masi punya keinginan buat main sosmed kok..
Karena semenjak jadi fulltime mom secara tidak langsung dunia sosial saia sudah beralih ke dunia maya..
Mungkin nanti ketika semua sudah terkontrol, ter-handle dengan baik..saia akan kembali lagi ke dunia sosmed..
Ato ketika ada info mendesak tentang keadaan saia yg perlu saia infokan buat temen-temen saia, saia akan kabarkan via sosmed (karena ga mungkin juga saia japri satu-satu^^)

Semangat buat para mamak-mamak (terutama fulltime mom no ART, no helper) di luar sana..
Semangat juga buat para pejuang insecurity semua..
Karena memang ketenangan hati dan mental lebih penting daripada pandangan orang lain..



XOXO,

Lophina

TalkTalkTalk #7 : Zona Waktu



Zona waktu...


Zona waktu menjadi kata-kata favorit saia akhir-akhir ini..

Ditengah maraknya berbagai macam pencitraan via sosial media, tak jarang menambah kadar insecurity kita..

Apalagi bagi kaum mamak-mamak macam saia yang hampir 24/7 berkutat dengan pekerjaan domestik..ditambah lagi tanpa bala bantuan dan kerabat yang dikenal (sebelum misua pulang kerja)

*sekedar info gaess: sekarang saia udah jadi full-time-mom bikos karena ngikut misua yang dipindah kerja ke Palembang (^-^)v*

Sosmed manjadi ajang refreshing yang cepat dan gampang diakses buat saia disela-sela tumpukan setrika dan bahan masakan yang menunggu diolah..
Tapi tak jarang juga saia malas buka sosmed karena semua pencitraan yang akhirnya membuat saya iri dan merenung, "Hidupku kok gini-gini aja ya?" (-_-')

Iri itu wajar gaess..
Apalagi sebagai mantan budak korporat yang tiap pagi udah berjibaku demi sampai di kantor dalam keadaan wangi dan siap bersosialisasi..
Jangankan mandi, pagi-pagi anak dan misua harus sudah rapih, wangi dan kenyang dahulu..

Abis itu baru kita bisa mandi dan makan?
Oh..tidak semudah itu ferguso..masih ada rumah yang menunggu untuk dibelai kasarnya sapu ijuk, masih ada tumpukan baju kotor yang siap dikucek..

Jadiii..apa yang bisa saia pencitrakan? #sad

Tapi saia selalu meyakinkan diri kalo nanti pasti akan ada waktu saia bisa produktif (diluar kerjaan domestik) kembali..nanti pasti akan ada waktu saia bisa menekuni hobi-hobi saia kembali..nanti saia akan bisa mewujudkan bucket list saia..karena tiap manusia punya zona waktu masing-masing..
Kita ga bisa menyamakan diri kita dengan orang lain..toh dibalik semua pencitraan yang terpampang di sosmed, pasti ada perjuangan yang tidak diperlihatkan..
Tinggal kita sabar dan berusaha..kerjakan apa yang bisa kita kerjakan didepan kita dengan sepenuh hati tanpa melupakan mimpi kita..

Karena, selangkah demi selangkah, walaupun hanya langkah yang kecil, kita tetap bergerak maju..




XOXO,

Lophina (#mamaBear yang sudah tua tapi tak merasa tua)

TalkTalkTalk #6: Day 2 Pecah Telor Paspor, Explore KL


Yuhuuu..lanjut hari ke-2 nihh..

Bagi yg belum nyambung, jadi ceritanya saia sama Mas Su (suami) bikin perjalanan pecah telor paspor 3 hari 3 malam 2 negara ala backpacker nyubi..hahaha
Postingan tentang hari pertama di Singapura bisa dibaca disini ya..

Hari kedua bangun tidur kita udah di negara yang berbeda. Keren kaann..tapi capek sih..mana nguber yg gratisan mulu. Hahaha..

Sekitar jam 7 pagi kita bangun trus siap-siap mematahkan kaki seharian disini. Sekitar jam 8 kita turun buat sarapan. Tempat sarapannya itu seperti kedai di sebelah hotelnya. Tadinya kita kira itu kedai berdiri sendiri taunya masi jadi satu sama hotel kita. Nama hotelnya My Hotel @ KL Sentral btw.

Sarapannya pun milih dari beberapa menu yang disediakan. Fajar pilih aman, dia pesen semacam bihun goreng gitu. Nah..kalo saia, karena saia ngeliat pengelola bahkan sepertinya pemiliknya orang India, saia jadi kepo sama menu makanan India. Saia pesen kalo ga salah Namanya Massala Tosai. Semacam roti pancake isinya kentang yang udah dimasak ala curry India gitu. Disajikan dengan 3 jenis saus. Dan ternyata ini enak gaeesss.. (T~T) jadi pengen makan lg eike.


Ini nih yang namanya Masala Tosai

Abis sarapan, kita jalan ke KL Sentral untuk menuju ke destinasi terjauh kita yaitu Batu Caves. Sesampainya KL Sentral kita ngutek-ngutek peta lagi. Petunjuk perjalanan di KL sini agak lebih susah dipahami dibanding SG. Setelah nemu jalur ke Batu Caves kita nanya ke loket tempat beli tiket KTM nya. Trus mbak-mbak loket jawab “Tak ade ke Batu Caves”. Nah lho..bingung lah kita. Nanya bolak balik ke orang yg sama di loket yang sama pula akhirnya paham kalo harus naik bis kalo mau kesana. Setelah nemu bisnya, baru ngeh juga kalo ternyata bis ini adalah shuttle bus yg mengantar kita ke stasiun transit menuju Batu Caves dan shuttle bus nya gratis. Sepertinya jalur KTM dari KL Sentral ke stasiun transit (Sentul) ini lagi ada perbaikan atau gimana gitu. Trus di stasiun transit ini ternyata KTM nya bablas ke Batu Caves PP, ga berhenti di setiap stasiun jadi kayak LRT Vivo Mall-Pulau Sentosa PP gitu. Harga tiketnya kita beli yg PP 5 MYR per tiket.


Peta yg ada di KL Sentral

Suasana KL Sentral

Tiket dari stasiun Sentul ke Batu Caves PP

Sesampainya di Batu Caves matahari udah terik banget padahal waktu itu masih sekitar jam 09.30. Abis foto-foto, naik ke kuil yg diatas itu, kita balik lagi ke KL Sentral menuju tujuan berikutnya. Baliknya sama kayak berangkatnya, naik kereta ke stasiun Sentul trus naik shuttle bus ke KL Sentral.
Welcome to Batu Caves

Setelah susah payah naik ke goa yg di atas


Di KL ini kita ga beli tiket transportasi terusan karena jujur ga paham..hahaha.. Masih lebih mudah memahami system transportasi di Singapore daripada di KL. Jadinya kita beli tiket per tujuan aja. Tapi seru sih karena tiketnya bentuknya kayak koin mainan. Cara pakainya tinggal tap di Gate masuk trus pas mau keluar ada slot koin di Gate keluar, jadi koin dimasukkan ke slot situ pas mau keluar bukan di tap lagi.
Tiket keretanya gaesss.. (>w<)

Tujuan kita setelah dari Batu Caves yaitu ke Masjid Negara, salah satu masjid terbesar di KL sekalian buat shalat dhuhur. Dari KL Sentral naik KTM tujuan stasiun Kuala Lumpur. Sesampainya di stasiun Kuala Lumpur, masih harus jalan dulu untuk sampai ke Masjid Negara. Waktu itu stasiun Kuala Lumpur lagi ada renovasi atau gimana gitu jadi kudu cermat banget nyari petunjuk arah karena waktu itu penunjuk arahnya cuman berbentuk kertas print trus ditempel atau hanya sekedar coretan spidol.
Dalamnya Masjid Negara

Perjalanan dari stasiun Kuala Lumpur ke Masjid Negara lumayan seru karena harus nglewati gedung yg udah ga terpakai gitu (nglewati dalam artian lewat di dalamnya lho ya..) trus lewat Lorong-lorong gitu. Sayangnya karena ga terpakai jadi ga terawat tempat itu. Masih banyak sampah dipinggirannya.

Sampai di Masjid Negara kita sholat dhuhur trus rehat sebentar. Agak takjub karena banyak yang jualan di serambi masjidnya. Bukan di luar atau diemperannya lho ya, tapi didalam masjidnya. Abis sholat trus foto-foto dikit, kita rencana mau ke Pasar Seni buat makan siang sambil beli oleh-oleh trus lanjut ke Masjid Jamek buat sholat ashar.

Tapi rencana tinggallah rencana karena selepas shalat dhuhur, hujan deras turun *deeuuu..puitis amat yak* ato bahasa Blitarnya kita lagi kebeteng. Ya udah sambal nunggu ujan reda, kita beli air minum sama snack-snack buat ganjel perut. Lumayan lama juga kita kebeteng di Masjid Negara. Akhirnya begitu agak reda, walopun masih gerimis, kita nekat jalan ke Central Market.

Jalan ke Central Market melewati stasiun Kuala Lumpur karena stasiun Kuala Lumpur letaknya ditengah-tengah antara Masjid Negara sama stasiun Pasar Seni yang deket sama Central Market. Jadilah kita jalan nglewati Lorong-lorong dan gedung tak berpenghuni lagi..hahaha.. Untung sampe Pasar Seni udah reda ujannya.

Di Central Market kita masih muter-muter lagi karena sempet nyasar gara-gara maps (^_^’)a . Setelah lebih dari setengah jam muter-muter nyasar, akhirnya ketemu lah itu dimana Pasar Seni. Di Pasar Seni ada rumah makan yang katanya recommended (nyari di inet sih ) Namanya Restoran Yusoof Dan Zakhir. Sebelum cari oleh-oleh, kita maksi dulu disini. Lagi-lagi yang punya restoran orang India, jadilah kita pesen makanan India lainnya. Saia sama Fajar pesen roti naan + tandoori chicken. Minumnya teh tarik..hehe

Gerbang masuk gang sebelah Central Market

Abis masuk ke gang sebelah Central Market, langsung nengok kanan aja


Inilah Tandoori Chicken dan Naan

Makan siang disini saia lupa abis berapa. Seingat saia kalo dirupiahin, makan untuk 2 orang habisnya sekitar 85 ribuan.

Abis kenyang makan siang menjelang sore, kita muter cari oleh-oleh. Yang dicari terutama yang ga ada di Indonesia koyoto Milo cubes..hehehe


Jadi di Central Market kita borong Milo cubes (pengeluaran paling banyak nih), isi 50 biji harganya 10 MYR, isi 100 biji harganya 20 MYR. Selain beli Milo cubes, kita beli tote bag sama gantungan kunci + tempelan kulkas buat oleh-oleh. DI Central Market lumayan menguras sisa duit nih sampe beberapa kali tuker USD ke MYR karena MYR yg kita bawa ga cukup. (T~T)

Foto ini diambil dengan penuh perjuangan

Suasana dalam Central Market

Oh iya..another tips kalo traveling ke luar negeri. Siapin duit cadangan berupa USD karena USD udah pasti bisa diterima disemua money changer di seluruh dunia.

Udah puas beli oleh-oleh dan poto-poto di depan Central Market, masih ada 1 misi saia yang belum terpenuhi nih yaitu makan es krim milo & kitkat :D . Jadilah sebelum ke destinasi selanjutnya kita mampir ke 7eleven deket Central Market situ.

Ini aku belum nemu di Jakarta waktu itu

Udah terpenuhi hasrat makan es krimnya, lanjutlah kita ke destinasi selanjutnya yaitu Menara Petronas.

Kita pilih Menara Petronas sebagai destinasi terakhir karena menurut kita Menara Petronas cantik banget pas malam hari. Sebagai penggemar night view, saia suka banget liat lampu-lampu di gedung-gedung tinggi gitu.
Suasana senja di stasiun Pasar Seni

Dari Central Market kita ke stasiun Pasar Seni menuju stasiun KLCC untuk ke Menara Petronas. Karena kebetulan letak stasiun KLCC itu ada di bawahnya mall KLCC, sekalian lah kita nyari titipan masker temen kantor. Udah kelar nyari titipan temen, kita keluar mall trus jalan ke Menara Petronasnya. Rame banget jalan ke petronasnya, mungkin karena lagi malam minggu jadi pada keluar semua. Selain kendaraan yg rame, yg jualan jajanan pinggir jalan juga banyak. Satu yg disayangkan selama jalan-jalan di KL ini. Kita nemu lagi sampah berserakan dipinggir jalan selama perjalanan ke Central Market dan dari KLCC ke arah Petronas. Kebanyakan sampah wadah makanan dan gelas minumam. Masih bersihan Jakarta sih kalo kataku.

Tau lah kalian ini apa

Another full effort photo


Udah puas poto-poto di depan Menara Petronas, diantara lautan manusia, kita putuskan buat balik hotel karena besoknya pulang ke Jakarta pake pesawat pagi. Buat balik ke hotel tinggal ke KL Sentral lagi.

Sampe KL Sentral udah lumayan malem banget sekitar jam 10 lebih dan inget kalo kita belum makan malem. Nyamperin restoran fast food udah pada tutup. Trus liat lantai atas ada KaeFCi masi buka. Setelah disamperin ternyata udah tutup last order T~T. Akhirnya kita ke 7eleven aja yang ada disitu sekalian mau beli tiket KLIA Ekspress karena besok kita naik kereta pertama, takut loketnya belom buka. Hehe.. Dan ternyata *lagi* loketnya KLIA Ekspress juga udah mau tutup. Untung masih mau ngelayani. Tapi saia udah pembeli terakhir. Pembeli setelah saia udah ga dilayani lagi. Fiuh..

Kita nyampe hotel udah malem banget. Hampir jam 12 kalo ga salah. Udah capek banget, rencana kita langsung packing, mandi trus bobok karena besoknya kita harus bangun pagi sekitar jam 5 harus udah ready di peronnya KLIA Ekspress.

Tapi rencana tinggal rencana karena kita baru ngeh kalo titipan temen itu produk cair/kental yg lebih dari 100ml. Jadilah kita mumet mindahin produk-produk itu ke botol-botol travel size yg kita bawa. Sampai saia merelakan essence dan sabun muka saia. Hiks…ya sudah lah yg penting besoknya bisa lolos pemeriksaan.

Kita baru kelar beres-beres jam 12 belas lebih dan waktunya bobo..

Paginya kita check out dan jalan kaki lagi ke KL Sentral. Sempet panik karena pintu yang menuju jembatan masuk KL Sentral masih tutup. Akhirnya nanya ke petugas keamanan yg jaga disekitar situ, kita disuruh lewat jalan masuk yg ada di bagian bis-bis. Agak muter sih..but is ok..daripada ketinggalan kereta.

Dalemnya KLIA Ekspress

Kayak gini nih tiketnya

Sekitar jam 5 kereta KLIA Ekspress nyampe dan kita cuss bandara KLIA 2..

Sampe bandara sekitar pukul 6 an dan pesawat take off sekitar jam 8 pagi..

Akhirnyaaa..selesai juga cerita pecah telor paspor ini. Next semoga bisa memenuhi paspor dengan stempel-stempel dari negara lainnya juga..

Sampai jumpa di cerita selanjutnya..
Jya neee…

TalkTalkTalk #5 : Pecah Telor Pasport (Day 1: Singapore)


Anyeeoongggg….

Konnichiwaaaa…

Udah lama banget ya saia hiatus dari nge-blog. Postingan terakhir bulan Oktober tahun lalu ya? Wow..udah dua belas purnama berlalu..sampe saia ga bikin postingan resolusi tahun baru. Padahal saia udah janji mau bikin postingan ini dari bulan Februari kemaren lho..hehe

Oke..langsung ajalah..pembaca juga pasti udah bosen sama pembukaannya *emang ada yang baca?* 
(‘-_-) :D

Jadi cerita bermula ketika saia ada workshop di Batam bulan Desember 2017 dan teman-teman kantor bilang “Bikin paspor aja entar sekalian nyeberang”. Karena info keberangkatan saia ke Batam yang mendadak, akhirnya saia bikin paspornya juga mendadak. Kebetulan Mas Su (sekarang bukan Mas Pacar lagi..yeeeyyyy) bulan Januari 2018-nya juga ada acara kantor di Batam juga dan rencana mau nyeberang juga, akhirnya kita bikin paspor barengan.

Nahh..ternyata paspor saia itu selesainya pas hari keberangkatan saia ke Batam. Yahh..angus dah kesempatan jalan-jalan ke luar negeri. Dan ternyata bulan depannya Mas Su juga batal nyeberang. Haha..apes lah…Trus kita nekat mesen tiket pesawat sendiri ke Singapura trus pulangnya lewat Kuala Lumpur buat bulan Februari. Karena Mas Su sama saia mikir kalo ga nekat ga bakalan pecah telor itu paspornya. Cuman perjalanan 3 hari 2 malem sih karena niat di Singapura emang cuman buat foto-foto doank…

Jadi tanggal kita berangkat tanggal 15 Februari 2018 pukul 9.55 PM WIB trus sampe bandara Changi pukul 12.45 PM waktu Singapore. Malem itu emang rencana mau nginep di bandara aja sambil jalan-jalan menikmati bandara yang masuk kategori bandara tercantik di dunia. Dan asli bandara ini emang bagus banget. Apa mungkin karena ini bandara buat transit penerbangan hampir ke seluruh dunia ya? Makanya disetingnya nyaman buat jalan-jalan. Pelancong yang tidur di kursi-kursi yang tersebar di seluruh bandara juga banyak. Saia sama Mas Su nyoba tidur di depan gate penerbangan di Terminal 2 (aslinya saia mendarat di Terminal 1). Cuman dapet tidur 2 jam lah..trus lanjut muter lagi..poto-poto lagi.


Jangan lupa stok air minum karena air minum mehongg.. :D
Taman Kaktus, kalo ga salah ini di Terminal 1
Kalo yg ini ada di tengah-tengah antara Terminal 1 dan 2
Masih satu tempat sama Mystical Garden
Taman yg ini adanya di Terminal 2
Trus jam udah nunjukin pukul 8 pagi, perut udah keroncongan, ya udah kita keluar lewat Terminal 2 mau ke kantin staf. Di bagian imigrasi, kita sempet kena tegur karena kalo mendarat di Terminal 1 keluarnya juga harus dari Terminal 1..hahaha..ya udah lah yang penting next time ga diulang lagi.. :D

Untuk menuju ke staf kantin, keluar dulu dari Terminal 2 trus di depan nengok kiri ntar ada papan keterangan arah ke staf kantin. Staf kantinnya bersih. Kita pesen makan nasi lemak harganya 4 SGD masing-masing (harga untuk staf bandara sama pengunjung dibedain lho). Minumnya? Air keran gratis banyaaakkk tersebar di seluruh bandara. XD


Harus niat nyari Staf Kantinnya, agak tersembunyi ini..
Ini nih yg namanya Nasi Lemak, mirip nasi uduk. Fajar doyan banget ternyata XD
Udah kenyang makan, kita mau jalan-jalan donk buat poto-poto *cari yang gratisan aja..hehe*. Pilihan transportasi buat jalan-jalan ada banyak, kita milih naik MRT. Trus kita antri Singapore Tourist Pass (STP) buat 1 day harganya masing-masing 10 SGD dengan jaminan 10 SGD juga (yang nanti bisa direfund), jadi total 20 SGD. Pertimbangan pilih STP karena bisa dipake disemua transportasi umum dan bisa buat seharian (24 jam) tanpa isi ulang. Ya udahlah ga pa pa kalo pun jatohnya mahal yang penting idup tenang ga bolak balik isi ulang kalo abis. Abis STP ditangan, maka kita menuju stasiun MRT yang ada di basement bandara. Oh iya..sebelum keluar bandara, jangan lupa stok air putih yang banyak dari water tap di bandara soalnya di tempat wisata ga ada air gratis lagi.
Ini penampakan Singapore Tourist Pass (STP)

Tujuan pertama kita adalah menyeberang ke pulau Sentosa demi berfoto di depan globe yang fenomenal itu..hahahaha..

Dari stasiun MRT yang ada di bandara Changi kita menuju stasiun Harbour Front yang ada di Vivo mall. Saia lupa jalurnya pake acara ganti kereta ato ngga yang jelas tujuan saia ke Vivo mall aja. Pokoknya selama di Spore itu, peta jadi pegangan wajib. Lebih afdol kalo pake peta yang dapet dari bandara karena bisa dicoret-coret. Hehehe..
Pegang peta trus dicoret-coret gini seru banget, berasa kayak lagi treasure hunt ^^ (maapkan muka saia yg halu ga siap dipoto)
Sesampainya di Vivo mall, naik ke lantai 3, disana ntar naik kereta yang nyebrang ke Pulau Sentosa. Sebenernya ke Pulau Sentosa ada 3 cara. Naik kereta, naik bis atau jalan kaki. Naik bis seinget saia agak ribet caranya, jalan kaki jauh bookkk. Akhirnya kita milih naik kereta aja. Harga pertiket keretanya 4 SGD buat bolak-balik. Abis puas foto-foto didepan globenya Universal Studio (US), kita rehat bentar ngeliatin orang-orang pada panas-panasan ngantri masuk ke US.
Akhirnya foto didepan globe yg fenomenal
Udah cukup foto ama globenya ajah..namanya juga cari gratisan XD
Rehat dulu sebelum lanjut jalan..
Karena ngejar waktu, trus langsung cuss ke Merlion Park. Caranya balik lagi ke stasiun Harbour Front trus naik kereta yang tujuannya ke stasiun Raffless Place. Nah, abis dari stasiun Raffles Place itu pokoknya harus nyeberang jalan dulu sebelum sampe ke Merlion Park. Nyampe Merlion Park udah hampir siang dan itu ruame buanget + puanas bianget. Mana kaki udah gempor banget sebenernya. Bawa ransel kemana-mana *ga bakat backpacking nih..hehe*. Jadi abis foto-foto trus kita balik ke deket stasiun buat cari masjid karena waktu itu hari Jumat jadi Fajar harus jumatan. Saia nungguin di McD deket masjid situ.
Semacam pose wajib kalo lagi di Merlion Park :D
Pose wajib (2)
Udah memasuki mode mulai-lelah-jalan
Kesan saia selama jalan-jalan *jalan dalam arti harfiah ya..* is amazing. Kotanya ramah banget buat pejalan kaki *kecuali panasnya yess..* trus kalo gempor ada persewaan sepeda yang tersebar diseluruh penjuru kota. Tinggal pake aplikasi aja buat buka kunci sepedanya dan kalo udah selesai tinggal taruh dimana aja. Saia pake trial nya, lumayan gratis 3 hari. Satu-satunya kesulitan saia disana yaitu memahami Singlish, yaitu Singapore English, Bahasa Inggris dengan logat yang sumfeee-gw-kagak-ngarti-loe-ngomong-apaan. -_-‘

Ga afdol kalo ke SG tp ga beli es krim singapur :D
Oh iya..karena saat itu lagi libur Imlek, maka jalanannya bener-bener sepi kendaraan. Lagi pada khusuk ibadah kali ya.

Pedestriannya patut diacungi jempol..tapi vanaasss...
Itu kapal nangkring itu Marina Bay, lumayan jauh dr Merlion Park
Lagi sepi banget jalanannya..mungkin krn pas Imlek
Ini pas mau ke masjid krn Fajar mau sholat jumat. Masih di daerah Merlion Park.
Abis Fajar selese shalat jumat, kita makan dulu di McD deket situ tempat saia nungguin Fajar shalat jumat. Selese makan, kita lanjut perjalanan ke Garden by The Bay. Jangan kira Merlion Park sama Garden By The By itu deketan lho ya..Kalo jalan kaki itu jauh bangeetttt… Jadi balik lagi ke stasiun Raffles Place trus naik kereta menuju stasiun Marina Bay. Pas udah nyampe ikutin petunjuk jalan aja. Jalan kakinya lumayan lagi nih buat menuju Garden by The Bay. Pokoknya kudu strong aja lah kalo mau nyari yang gratisan..hahaha

Perjalanan dari stasiun ke Garden By The Bay masi lumayan gengs..

Mode mulai-lelah-jalan sudah merasuk ke sukma
Ini salah satu sepeda yg tersebar di seluruh penjuru Singapore. 
Krn carinya gratisan, jadi terima ajah nikmatin tamannya dr bawah :D
Udah hampir sore di Garden by The Bay, trus kita lanjut cuss ke Bugis Street. Ni naik kereta lagi ke stasiun Bugis Street. Di Bugis Street cuman beli tempelan kulkas sama gantungan kunci doank soalnya takut kesorean ngejar bis ke KL. Untung Bugis Street deket sama Queen Street Terminal jadi bisa ditempuh dengan jalan kaki. Tapi karena kaki udah gempor segempor-gempornya, kita naik sepeda (yang tadi saia sebutkan bisa nemu dimana aja itu tadi lho) ke Queen St Terminal.

Cuman sempet moto luarnya aja..dalemnya kayak Tamcit ato tanah abang gitu kali ya..banyak yg jualan printilan oleh-oleh.

Queen St Terminal ga kayak terminal. Lebih mirip halte tapi gedean..
Oh iya..di stasiun Bugis Street, jangan lupa ambil deposit kartu STP-nya. Lumayan buat tambahan jajan. Balik duit 20 SGD (200rebu..mayaannnn ^_^).

Sampe di Queen St Terminal beli tiket bis ke Johor Baru harganya masing-masing 3,3 SGD. Nama bisnya lupa tapi perlu diinget yess karena nanti kita diturunin di Woodlans buat diperiksa di imigrasi. Abis itu ngikut orang-orang aja (soalnya banyak orang Malaysia yg mondar-mandir ke SG) trus abis itu antri di barisan bis yang kita naiki lagi. Ga masalah beda bis asal nama bisnya sama. Abis itu kita naik bis lagi sampe Johor Baru. Di Johor Baru, kita turun trus masuk ke bagian imigrasi abis itu lanjut lagi naik bis buat ke Terminal Johor Baru. Kali ini udah ganti bis. Sebelum ganti bis, kita masuk ke bagian imigrasi lagi. Abis ngelewati loket imigrasi, baru deh kita ngikutin orang-orang ke tempat bis. Tanya aja ke petugas keamanan mana bis yang ke terminal JB Larkin. Bisnya bayar 3 MYR perorang.

Tiket bus dr Queen St Terminal ke Johor Baru. Ga boleh ilang.
Bye Singapore, Hello Malaysia..
Sesampainya di Terminal JB Larkin, kita langsung cari tiket buat ke Kuala Lumpur *kita tujuannya ke Terminal Bersepadu Selatan btw*. Di loket resminya bilang udah abis dan ada lagi jam 12 malem. Panik lah kita..trus kata petugasnya kita disuruh cari di loket depan which is kayak loket-loket agen bis gitu. Dan ternyata untuk yang tujuan akhir ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS) emang udah abis dan yang ada tujuan ke Sentul tapi ngelewati TBS dengan harga tiket perorangnya 45 MYR. Ya udah lah bayar agak mahal gak papa dari pada kita semaleman di terminal JB Larkin situ.

Tempat tunggu bis di dalem JB Larkin. Baru bisa lega foto karena dibolehin masuk ruang tunggu kalo udah mendekati jam keberangkatan. Sedangkan diluar ruang tunggu tu hectic banget. Rame sama kios2 jualan jadi ga brani keluarin hape.
FYI, terminal JB Larkin itu masih kumuh dan sesek + banget. Waktu itu kayaknya emang lagi perbaikan bagian dalemnya tapi bagian luarnya kayak pasar. Masih rusuh. Tapi ga tau ya kalo sekarang.

Setelah nunggu kira-kira 2 jam, akhirnya bis kita berangkat sekitar jam 7 malam. Perjalanan menuju ke TBS sekitar 4 jam, jadi kita sampai di TBS udah jam 11 malem dan rencana kita ke KL Sentral naik kereta pupus sudah karena udah malem banget. Kita emang cari hotel yang deket sama KL Sentral karena pertimbangan gampang kalo mau kemana-mana. Ditengah perjalanan ke KL, bisnya sempet berhenti di rest area. Saia sama Mas Su ga brani ke toilet, takut ditinggal. Akhirnya cuman beli cemilan aja buat ganjel perut.

FYI, KL Sentral itu pusat MRT, LRT, KRL dan bis yang ada Kuala Lumpur. Jadi kalo nyasar tinggal k KL Sentral aja trus bisa kemana-mana deh.

Oh iya..lanjut tadi, akhirnya kita ke hotel dari TBS naik Grabcar abis 16 MYR. Perjalanan ke hotel sekitar 20 menit jadi sampe hotel sekitar jam 12 malem lah.

Akhirnya..sampailah di Terminal Bersepadu Selatan (TBS)
Terminalnya udah lebih modern (banget) dari pada JB Larkin

Dalemnya juga bersih. Walopun menurutku penunjuk arahnya masih sedikit bikin bingung.
Hotelnya di sekitar KL Sentral tu tipe hotel yang cukup buat tidur aja. Cukup murah sih tapi ya emang cuman buat tidur aja. Oh iya..jangan lupa bayar pajak turis dan deposito di hotel yang nanti depositonya bisa kita ambil pas check out. Saia ga sempet foto hotel+kamar hotelnya karena syudah lelaahh.. (-_-')

Udah cukup panjang kan cerita hari pertama pecah telor saia. Buat hari kedua khusus jalan-jalan di Malaysia akan saia ceritakan di postingan lain ya.. :D

Berikut rincian biaya saia dan mas Su di hari pertama

Tiket CGK-SIN berdua

Rp 1.539.799,00
Singapore Tourist Pass (1 day)
@20 SGD x 2 (ada deposit @10 SGD)
Rp 400.000,00
Makan di Staff Canteen
@4 SGD x 2
Rp 80.000,00
Tiket LRT Vivo Mall-Pulau Sentosa (PP)
@4 SGD x 2
Rp 80.000,00
Jajan Es Singapur
@2 SGD x 2
Rp 40.000,00
Makan siang di McD
Kira-kira @4 SGD x 2
Rp 80.000,00
Beli oleh2 di Bugis Street
10 SGD
Rp 100.000,00
Tiket bus Singapore-JB
@3,3 SGD x 2
Rp 66.000,00
Tiket bus JB-Terminal JB Larkin
@3 MYR x 2
Rp 6.600,00
Beli roti+minum untuk berdua di Terminal JB Larkin
@11 MYR
Rp 36.300,00
Tiket bus Terminal JB Larkin-Terminal Bersepadu Selatan
@45 MYR x 2
Rp 297.000,00
Grab car Terminal Bersepadu Selatan – KL Sentral
16 MYR
Rp 52.800,00
Hotel My Hotel @ KL Sentral 2 malam

Rp 748.421,00
Pajak turis
@10 MYR per malam x 2
Rp 66.000,00
Deposito menginap (diambil saat check out)
100 MYR
Rp 330.000,00
Total hari 1
Rp 3.922.920,00
Note: 
Anggap aja 1 SGD = Rp 10.000 dan 1 MYR = Rp 3.300
Dapet duit balik dari deposito STP Rp 200.000

Thanks for reading..
Jangan lupa kunjungi highlight IG Story saia di @lophina (klik disini) untuk tau keseruan pas di TKP :D

Sampai jumpa di postingan hari ke 2..
(.^^)/~~